Cara Mengenali Penipuan Deepfake dan Ke Mana Melapor

Suara dan wajah seseorang kini bisa ditiru dengan AI, jadi telepon atau video dari “keluarga”, “atasan”, atau “pejabat” tidak otomatis bisa dipercaya. Yang bisa Anda andalkan adalah kebiasaan memeriksa lewat jalur lain, bukan menebak dari mutu gambarnya.

Jawaban Singkat

Jangan mengirim uang atau data karena permintaan lewat suara atau video, seberapa meyakinkan pun. Hentikan percakapan, lalu hubungi orang itu lewat nomor yang sudah Anda simpan atau lewat orang lain yang dekat dengannya. Kalau sudah terlanjur transfer, lapor secepatnya ke bank Anda dan ke Indonesia Anti-Scam Centre OJK lewat Kontak 157 atau iasc.ojk.go.id, karena kecepatan pelaporan memengaruhi dana yang bisa diselamatkan.

Tanda yang patut dicurigai

Deepfake adalah suara, foto, atau video palsu buatan AI yang tampak asli. Tabel ini memuat tanda yang paling berguna dan apa yang dilakukan pada langkah pertama.

Tanda Kenapa mencurigakan Urgensi Tindakan awal
Telepon atau pesan dari “keluarga” atau teman yang panik dan minta uang cepat Penipu menekan supaya Anda tidak sempat berpikir atau memeriksa Tinggi Tutup, lalu hubungi lewat nomor yang tersimpan atau lewat anggota keluarga lain
Diminta membayar lewat transfer ke rekening pribadi, kartu hadiah, atau kripto Jenis pembayaran ini sulit dilacak dan dipulihkan Tinggi Jangan bayar sebelum identitasnya terbukti lewat jalur lain
Video “pejabat” atau tokoh publik menjanjikan bantuan atau hadiah, lalu meminta Anda menghubungi nomor WhatsApp tertentu Pola penipuan yang pernah dilaporkan di Indonesia Tinggi Abaikan nomornya; cek kabar bantuan di situs resmi instansinya
Bukti transfer atau tangkapan layar yang menyatakan uang sudah masuk Bukti seperti ini bisa dipalsukan Sedang Cek mutasi langsung di aplikasi atau layanan bank Anda
Diminta menyebutkan kode OTP, PIN, atau data kartu Pihak resmi tidak memerlukan Anda menyerahkannya lewat telepon atau video Tinggi Jangan berikan, tutup, dan hubungi layanan resmi lewat kontak yang tertera di aplikasi atau kartu
Bibir tidak sinkron, suara datar atau robotik, gambar buram, wajah kaku Tanda teknis yang kadang muncul, tetapi makin sulit dibedakan Rendah Jangan jadikan satu-satunya ukuran; tetap periksa lewat jalur lain

Perlu diingat arah sebaliknya: gambar dan suara yang tampak mulus bukan bukti aman. Penipuan semacam ini berhasil karena menekan emosi dan waktu, bukan karena tampilannya sempurna.

Kebiasaan yang melindungi Anda

  1. Hentikan dulu. Semakin mendesak permintaannya, semakin penting Anda berhenti dan menutup percakapan.
  2. Hubungi balik lewat jalur yang Anda kenal. Pakai nomor yang sudah tersimpan, atau tanyakan kepada keluarga atau rekan lain yang dekat dengan orang itu. Jangan memakai nomor yang dikirim penelepon.
  3. Sepakati kata sandi keluarga. Satu kata atau pertanyaan yang hanya diketahui keluarga bisa menjadi pemeriksa cepat saat ada permintaan uang mendadak.
  4. Cek rekening tujuan. Kalau nama pemilik rekening tidak sesuai dengan orang yang mengaku, jangan transfer.
  5. Jangan bagikan OTP, PIN, atau kode verifikasi kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari bank atau instansi.

Kalau sudah terlanjur: ke mana melapor

Segera lapor ke penyedia jasa keuangan yang Anda pakai (bank atau dompet digital) dan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), forum koordinasi OJK untuk penipuan di sektor keuangan. Tujuannya menunda transaksi dan memblokir rekening yang terkait, mengidentifikasi pihak yang terlibat, mengupayakan pengembalian dana yang masih tersisa, dan mendukung penindakan hukum. Menurut OJK, kecepatan pelaporan sangat berpengaruh terhadap dana yang bisa diselamatkan.

  • Situs: iasc.ojk.go.id, yang ramah dibuka di ponsel.
  • Telepon: Layanan Konsumen OJK, Kontak 157.
  • Email: iasc@ojk.go.id.

Siapkan bukti: tangkapan layar percakapan, nomor rekening tujuan, bukti transfer, dan waktu kejadian. Waspada juga terhadap orang yang mengaku dari IASC lalu meminta uang; kalau ragu, pastikan lewat Kontak 157.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah uang yang sudah ditransfer pasti kembali?

Tidak ada jaminan. IASC mengupayakan pemblokiran dan pengembalian dana yang masih tersisa, jadi semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluangnya.

Bisakah deepfake dikenali dari kualitas videonya?

Tidak bisa diandalkan. Tanda seperti bibir tidak sinkron kadang muncul, tetapi hasilnya makin halus. Pegang prinsipnya: periksa lewat jalur lain sebelum mengirim uang atau data.

Bagaimana melindungi orang tua dari penipuan semacam ini?

Ceritakan modusnya, sepakati kata sandi keluarga, dan minta mereka menelepon Anda lebih dulu sebelum mentransfer uang karena permintaan siapa pun.

Punya pertanyaan atau menemukan kekeliruan di panduan ini? Kirim ke info@infopintar.com.