Token Listrik Rp100.000 Dapat Berapa kWh? Hitung di Sini

Token listrik Rp100.000 tidak menghasilkan 100.000 dibagi tarif per kWh, karena sebagian uangnya terpakai untuk biaya admin dan pajak penerangan jalan (PPJ). Dengan tarif Rp1.444,70, selisihnya sekitar 5 kWh: hitungan kasar menghasilkan 69,2 kWh, sedangkan hitungan lengkap sekitar 64,3 kWh.

Jawaban Singkat

Isi nominal token, golongan tarif, PPJ, dan biaya admin di alat di bawah, lalu lihat berapa kWh yang Anda dapat. Bisa juga dibalik: isi kWh yang diinginkan, alat menghitung berapa rupiah yang perlu dibayar. Pada contoh Rp100.000 dengan tarif Rp1.444,70, PPJ 5%, dan admin Rp2.500, hasilnya sekitar 64,3 kWh.

Alat hitung token listrik

Angka awal di alat hanyalah contoh. Ganti PPJ dan biaya admin dengan angka dari struk token terakhir Anda supaya hasilnya mendekati kenyataan.

Hitung token listrik: rupiah ke kWh dan sebaliknya

Pilih arah hitungan, isi golongan tarif, biaya admin, dan pajak penerangan jalan (PPJ) sesuai struk token Anda. Hitungan berjalan di peramban; tidak ada data yang dikirim.

NominalPerkiraan kWh

Ini perkiraan. PPJ dan biaya admin berbeda menurut daerah dan tempat membeli, jadi angka di struk token Anda yang berlaku. Tarif bisa diubah kapan pun oleh pemerintah; ubah kolom tarif bila berbeda dengan tagihan Anda.

Cara token dihitung

Uang yang Anda bayar tidak seluruhnya menjadi listrik. Alat memakai urutan berikut.

LangkahContoh (Rp100.000)
Nominal pembelianRp100.000
Dikurangi biaya adminRp100.000 dikurangi Rp2.500 menjadi Rp97.500
Dikurangi PPJ 5%Rp97.500 dibagi 1,05 menjadi Rp92.857, sisanya sekitar Rp4.643 adalah PPJ
Dibagi tarif per kWhRp92.857 dibagi Rp1.444,70 menjadi sekitar 64,27 kWh

Batasnya perlu Anda ketahui: rumus ini perkiraan. Cara tiap penyedia menghitung PPJ dan pembulatan bisa sedikit berbeda, sehingga kWh di struk kadang berselisih beberapa persen dari alat. Untuk memastikan, cocokkan satu pembelian lama dengan alat ini lalu sesuaikan angka PPJ sampai hasilnya sama dengan struk.

Perkiraan kWh untuk nominal umum

Tabel di bawah memakai tarif Rp1.444,70 (R-1 1.300 VA), PPJ 5%, dan admin Rp2.500. Ubah angka di alat bila daya, daerah, atau tempat beli Anda berbeda.

NominalPerkiraan kWh
Rp20.00011,54 kWh
Rp50.00031,31 kWh
Rp100.00064,27 kWh
Rp200.000130,20 kWh
Rp500.000327,96 kWh
Rp1.000.000657,58 kWh

Biaya admin tetap, jadi pembelian kecil kehilangan porsi yang lebih besar: pada Rp20.000, admin Rp2.500 memakan lebih dari 12% nominal, sedangkan pada Rp500.000 hanya 0,5%.

Dari mana angka tarifnya

Pilihan golongan di alat mengikuti tarif nonsubsidi yang dilaporkan berlaku pada triwulan IV 2026: Rp1.352 per kWh untuk 900 VA nonsubsidi, Rp1.444,70 untuk 1.300 VA dan 2.200 VA, dan Rp1.699,53 untuk daya 3.500 VA ke atas. Pelanggan bersubsidi membayar Rp415 (450 VA) dan Rp605 (900 VA). Pemerintah mengevaluasi tarif tiap tiga bulan, jadi bila tarif di tagihan Anda berbeda, ubah kolom tarif di alat.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Token Rp100.000 dapat berapa kWh?

Pada tarif Rp1.444,70, PPJ 5%, dan admin Rp2.500, sekitar 64,3 kWh. Pada 900 VA nonsubsidi (Rp1.352) sekitar 68,7 kWh. Angka PPJ dan admin Anda sendiri bisa menggeser hasilnya.

Berapa PPJ di daerah saya?

PPJ ditetapkan peraturan daerah masing-masing, umumnya di kisaran 3% sampai 10%. Cara termudah mengetahuinya: lihat baris PPJ di struk token, lalu bagi dengan (nominal dikurangi admin).

Mengapa kWh di struk berbeda dari hitungan alat?

Biasanya karena PPJ atau biaya admin di tempat beli Anda berbeda dari angka awal di alat, atau karena pembulatan. Ubah kedua kolom itu sesuai struk.

Berapa lama token 100 kWh habis?

Bagi 100 dengan pemakaian harian rumah Anda. Kalau pemakaian sekitar 5 kWh per hari, token itu bertahan sekitar 20 hari. Isi kolom pemakaian di alat untuk melihatnya langsung. Untuk tahu perangkat mana yang paling banyak memakai listrik, pakai kalkulator biaya listrik per perangkat.

Apakah data yang saya isi tersimpan?

Tidak. Hitungan berjalan di browser Anda dan tidak ada yang dikirim ke server.

Punya pertanyaan atau menemukan kekeliruan di alat ini? Kirim ke info@infopintar.com.